Senin, 06 April 2020

Review Anime Kanata no Astra dari Aspek Sains Part 2


Hola minnasan!
Kali ini gua akan bahas anime Kanata no astra part 2 nih, soalnya kalo satu part doang pasti panjang bet dan bakalan bosen soalnya materinya mayan berat J
            Refresh otak dulu yok gann dengan pict di bawah ini :v
       
Note : pict hanya pemanis
sumber : crowsworldofanime.com

Nah, di postingan yang lalu kan gua udah ngebahas soal mereka yang tersesat di alam semesta lain hingga ke terhisap ke dalam lubang yang muncul tiba-tiba dan dicurigai sebagai wormhole (emang wormhole sih, nanti dijelasin sama karakter baru menjelang episode terakhir) *yah spoilerrr

Selain ngomongin soal wormhole, ada hal yang ga boleh ketinggalan yang harus kita bahas di review kali ini, yaitu tentang pesawat luar angkasa Astra yang bisa bergerak lebih dari kecepatan cahaya gaes. Kalau yang udah nonton sih pasti nyimak saat si Zack, salah satu karakter yang paling jenius diantara kawan-kawannya mengatakan kalau mereka bisa sampai ke planet Astra karena pesawat yang mereka tumpangi bisa melesat secepat itu sehingga, sekitar waktu 3 bulan (kalau tidak salah *cmiiw) mereka bisa tiba ke planet Astra dengan syarat melewati planet-planet tetangga yang jaraknya sangattt jauhh.

Melebihi kecepatan cahaya? Emangnya bisaa? Inget ya, di anime atau film science fiction itu bisa-bisa ajaa gann :v

Kecepatan cahaya itu apa sih? Cahaya itu ternyata gerak lho gaes, dan punya nilai juga. Kecepatan cahaya atau biasa diberi lambang c punya nilai sebesar 3 x 108 m/s atau sekitar 300.000 km/jam. Gilaa cepet bet kann? Jadi maksudnya cahaya itu dapat menempuh jarak sekitar 300 juta meter dalam waktu satu detik atau 300 ribu kilometer dalam waktu satu jam. Kok bisa? Apakah ada sesuatu di alam semesta ini yang dapat bergerak lebih dari kecepatan cahaya? Ada kok, yaa pesawatnya Zack dkk wkwkkw *just kidding mamanks

Usut punya usut, ternyata ada partikel tak bermassa yang bisa bergerak lebih cepat dari cahaya, dia adalah tachyon. Tapi gaess, partikel itu sifatnya masih hipotetik dan belum bisa dibuktikan keberadaannya… huh lagi-lagi deh -_-

Untuk melaju secepat itu, apakah butuh syarat? Tentu saja. Syaratnya adalah dia tak boleh memiliki massa seperti halnya foton (partikel cahaya disebut foton). Yapss, foton itu partikel cahaya yang tidak memiliki massa sehingga bisa bergerak secepat itu. Lalu, logikanya pesawat Zack dkk kan pasti punya massa? Kenapa bisa bergerak secepat cahaya? Katanya  tadi gabisa?

Logikanya tidak bisa, kenapa? Karena pesawat Zack dkk melanggar teori relativitas khusus babeh Einstein. Buseet postingan sebelumnya dah bahas yang umum, sekarang yang khusus cuii. Sebenarnya, berapa sih teori relativitasnya babeh Einstein? Tenang aja, untuk relativitas cuma dua kok, yang khusus sama yang umum. 

Jadi di dalam teori relativitas khusus Einstein terdapat 2 postulat yang intinya adalah hukum fisika itu berlaku untuk semua kerangka acuan inersial dan kecepatan cahaya dalam ruang hampa bernilai 3 x 108 m/ adalah konstan untuk semua pengamat yang berada dalam kerangka acuan yang lembam. Akibat dari dua postulat itu ialah sebuah benda yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami  gejala relativistik yang berupa kontraksi panjang, dilatasi waktu, relativitas massa dan kecepatan serta relativitas massa dan energi. Sedangkan dalam kasus ini, pesawat antariksa Zack dkk bergerak dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Wahh, apa dampaknya nih min?? Mari kita tinjau dengan salah satu aspek dari keempat aspek tersebut, yaitu relativitas massa dan energi.
                         
Jika sebuah benda bermassa bergerak melebihi kecepatan cahaya, massa pesawat Zack akan mencapai tak terhingga dan kemudian pesawat antariksa beserta isinya akan hancur dalam waktu yang sangat singkat, wushhh!
Gimana? Serem kan ya? Oleh karena itu, hingga sampai sekarang ini, para ilmuan masih memikirkan bagaimana membuat teknologi yang bisa bergerak medekati kecepatan cahaya, namun apa daya konsekuensi gejala relativistik tidak dapat kita hindari.
Jadi gaess, begitulah review kita kali ini. Kesimpulannya, jika pesawat Zack dkk bergerak dengan kecepatan melebihi c, maka mereka akan hancur dan tidak dapat kembali ke planet Astra :’( tapi author berkata lain gaiss :)  mereka tetap selamat dan melakukan perjalanan untuk kembali ke planet Astra asyiquee :v
Nah jadi itulah part 2 anime Kanata no astra dari aspek fisikanya. Kritik dan sarannya douzo di kolom komen :)
Arigatou gozaimashita, mata neee!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar