Hola
minnasan!!
Kali
ini gua mau bahas salah satu anime summer 2019 yang underrated tapi kualitas
ceritanya menurut gua ga kalah dari anime overrated. Udah lama nihh, kok baru
dibahas? *gomen :’)
Yapss!
Apalagi kalo bukan Astra lost in space atau Kanata no Astra.
Bagi
lu yang suka sains dan gamau yang monoton, anime ini cocok buat dijadiin list
tontonan buat mengisi kegabutan kalian hohoho
sumber : achmusic.net
Anime : Kanata no Astra
Yop lanjutt! Jadi anime ini itu
bercerita dengan latar belakang tahun 2063 di mana perjalanan antar planet itu
bukan suatu hal yang mustahil lagi dilakukan. Yepp, maksudnya di sini itu,
manusia di tahun segitu udah buat kendaraan luar angkasa yang memudahkan kita
mengunjungi planet satu dengan yang lainnya. Sebenarnya sih, perjalanan antar
planet itu udah dilakukan di masa sekarang, cuma kapasitasnya terbatas, hanya
untuk orang-orang yang sudah diberikan pelatihan menjalankan misi ke luar
angkasa. Hal yang menarik di anime ini , mereka bukan sekedar menjalankan misi
luar angkasa, tetapi perjalanan mereka ke luar angkasa itu merupakan kegiatan
semacam study tur kalo dibandingin dengan kondisi sekarang. Nah bayangin aje,
kalo study tur elu pada ke planet mars wkwkw. Pasti seru tuh, tapi tetep aja
untuk teknologi sekarang hal itu masih belum bisa diaplikasikan. Terus kalo lu
ditanyain ama kawan sekolah lu be like “eh elu study tur ke mane?” terus elu
jawab “ke planet mars lahh!” wkwkw kocak kan, dengan bangganya elu jawab begitu
hehe
Lanjut!
Selain itu, yang menjadi focus utama
dalam review gua tentang anime itu adalah, gua ingin meninjau anime itu dari
aspek fisikanya. Wutt? Fisika? *Dahlah nyerah gua :’) berhubung gua mahasiswa
jurusan fisika *ekhem jadi gua akan
membahas topic menarik yang menjadi pusat perhatian gua sebagai anak fisika di
blog ini.
Kalian tahu wormhole?? Hah lubang
cacing? Ya tau laa! Kok topiknya gaje sih :’v
Ini bukan wormhole biasa gaisss J
Kalau kalian udah nonton anime ini,
kalian pasti inget kan, kalau pesawat luar angkasa yang mengantar mereka menuju
planet tiba-tiba rusak, dan delapan siswa-siswi tersebut terhisap ke dalam lubang
yang dapat menghisap apapun , tiba-tiba muncul pada saat mereka tiba di planet
tujuan, dan terlempar ke ruang antar galaksi lain yang sangat asing bagi mereka,
dan saat terlempar itulah mereka menemukan pesawat baru yang layak untuk ditinggali
dan hancurlah kegiatan study tur mereka. Akhirnya, study tur yang menggembirakan
tersebut berubah total dan menjadi strategi
bertahan hidup agar mereka bisa kembali ke planet asal
Note
: nama pesawatnya astra terinspirasi dari nama planet yang mereka tinggali
yaitu planet astra makanya judulnya astra wkwk
Untuk kasus tsb, lubang itu adalah lubang cacing
(wormhole). Konsep tersebut mengatakan bahwa jikalau lubang cacing (masih
teoretik sih) itu ada, maka perjalanan dari satu galaksi ke galaksi lain
(intergalaktik) itu memungkinkan. Kayak di bawah nih gambarnya
sumber : sains.kompas.com
Ilustrasi wormhole
Sayangnya ya, masih teoretik. Lubang
cacing itu sendiri ga ada hubungannya dengan lubang dan cacing, hanya sebuah analogi
yang menggambarkan bagaimana teori relativitas umum memberi harapan bagi kita
agar bisa melakukan perjalanan ke alam semesta lain melalui terowongan ruang
waktu yang disebut lubang cacing .Untuk memudahkan, ibaratnya seekor ulat yang
melubangi sebuah apel dan masuk ke dalam lubang tsb sehingga tembus di sisi
apel yang lain. Lah kan ulat? Kenapa ga lubang ulat? Yaa, kata ilmuan saat itu
sih untuk analogi saja lagipula cacing sama ulat sama saja :) sama-sama worm. Wormyyyyy!
Lanjutt! Dalam perjalanan menuju alam
semesta lain, di dalam anime itu hanya membutuhkan waktu beberapa detik hingga
akhirnya mereka tiba dengan menggunakan wormhole tadi. Namun, kenyataannya,
kita bisa saja melakukan perjalanan ke luar angkasa lain gaiss, akan tetapi
sekalipun kita pergi dengan menggunakan teknologi tercepat buatan manusia
sekarang ini, tetap saja membutuhkan waktu sekitar ribuan tahun cahaya untuk
sampai. Belum lagi kalo abis bahan bakar, emang di luar angkasa ada pertam*ni
ape wkwk (*canda oii*)
Tapi ya, karena latar belakang anime
ini tahun 2063, bukan hal yang mustahil lho
kalau lubang cacing itu bisa dibuat, karena sekarang saja sains sudah
berkembang pesat, dan kita patut mengapresiasi astronom-astronom di dunia yang
berhasil mengambil citra lubang hitam pada jantung galaksi M87 lho, keren kann!
Standing aplause buat mereka gaisss!
Cuma gaisss…. Eitss ada cuma nya nihh…
Ternyata eh ternyata, lubang cacing itu
ga stabil gaisss. Nah lho, maksudnya ape tuh?
Jadi jika seandainya lubang cacing muncul, seperti di anime itu, maka dalam
waktu yang singkat dia akan menutup kembali dan berubah jadi lubang hitam.
Sekalipun kita berhasil masuk, kita cuma sampai di mulutnya doang gaiss, dan
akhirnya terhisap dan lenyap ke dalam singularitas lubang hitam. Untuk membuat
lubang cacing itu sendiri, kita harus “merobek” ruang dan menyambungnya kembali
gann, dikira segampang ngerobek kertas apee. Tapi kenyataannya, ruang itu
gabisa dirobek, ruang hanya bisa melengkung, memuntir, dan juga bergelombang. Jadi
teori si babeh Einstein mengizinkan si lubang cacing ada, tapi untuk membuat
lubang cacing itu sendiri gabisa gaes.
*waduh kok makin ruwet yakk? Otak gua
dah pusing, banyak bet istilah fisikanyee :’(
Skip lah yaa, kalo dilanjutin tentang
lubang cacing, lubang hitam sama singularitas ga bakalan kelar nih review.
Bukannya jadi review animu malah jadi kuliah fisika wkwkw
Jadi, intinya kedelapan siswa tersebut
bakalan lenyap dilahap sama lubang hitam dan akhirnya mereka gabakalan sampai
ke alam semesta lain gan, itu udah konsekuensi teori relativitas umumnya babeh
Einstein, serta lubang cacing itu sendiri gabisa dibuat gann. Tapi yaa, author
Kenta-sensei berkata lain, mereka tetap bisa sampai ke alam semesta lain yeayy!
*paan dah -_-
Nah jadi itulah part 1 anime Kanata no
astra dari aspek fisikanya, see you di part 2 gaissss
Arigatou gozaimashita, mata neee!!


Min bole usul background nya jgn item lumayan sakit mata :v
BalasHapusOkii dinggg :)
HapusMantul min
BalasHapusMaaciw lisaa :)
Hapus