Selasa, 07 April 2020

Jangan Lewatkan Supermoon Terbesar Tahun 2020!




Hola minnasan! Gimana kabar kalian ? Bosen yaa? Pasti bosen yaa, mimin juga kok :’)
Di blog mimin kali ini ada yang spesial lhoo, dan tentunya bukan martabak spesial (*paan dah  -_-)  dijamin bakal menemani kegabutan dan kejenuhan kalian akibat tugas-tugas yang menumpuk.

potret mimin saat mengerjakan vector integration :'v (*abaikan)
sumber : 8tracks.com

“Ada yang spesial tapi bukan martabak, terus apa dong min?”

Pastinya kalian udah tahu dong, kalau tanggal 7 April saat senja hingga pada tanggal 8 April 2020 bakalan ada fenomena supermoon terbesar yang mencapai puncaknya pada jam 01.08

“Wahh supermoon? Bulannya membesar gitu min? Atau gimana?”
*Bukan gitu maksudnya bambangg -_- .

Jadi gini gaiss, supermoon dalam artian ini merujuk kepada fenomena perigee bulan terhadap bumi.

“Nah lho, apalagi itu min? Pliss deh jangan buat pusing sama istilah astronomi” :’(

Jadi gini gaiss, dalam astronomi ada tuh yang namanya hukum keppler. Hukum keppler ini dibuat untuk menjelaskan tentang bagaimana gerak planet dalam sistem tata surya kita. Ada tiga hukum keppler, yang pertama membahas tentang lintasan orbit planet yang berbentuk elips, yang kedua membahas tentang apogee dan perigee, dan yang ketiga membahas tentang periode kuadrat suatu planet akan sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari matahari. Fenomena supermoon kali ini disebut juga dengan purnama perigee. Dimana, posisi bulan sedang berada pada jarak terdekatnya dengan bumi sehingga penampakan bulan dari bumi terlihat lebih besar dari diameter rata-ratanya.

“Emang iya ya min? Perasaan, ukurannya sama aja ya dengan biasanya? Ga ada perbedaan sama sekali malah..”

Heii, itu karena kalian hanya mengamati fenomenanya sekarang saja. Bulan mengalami siklus yang terus berulang setiap bulannya. Jika kalian terus memantau siklus bulan purnama secara rutin, pasti akan merasakan perbedaan diameter bulan. Kalau tidak percaya, coba saja pada bulan Mei nanti kalian coba amati, lalu jepret dengan kamera dan bandingkan hasilnya dengan hasil jepretan saat fenomena tersebut berlangsung.

“Tapi ya min, kalau setiap kali memotret, bulannya selalu nge-blur min, huhu..”
 *sama mimin juga ngalamin kok :’)

Jadi gaess, untuk melakukan kegiatan astrofotografi seperti fenomena supermoon kali ini, agar hasilnya maksimal, tools-nya juga harus mendukung nih. Jika kalian masih belum punya teleskop, kalian bisa menggunakan smartphone kalian. Smartphone sekarang sudah banyak yang dilengkapi fitur-fitur tambahan pada kamera untuk astrofotografi. Nah manfaatkan tuh, supaya hasil jepretan kalian bagus dan bisa dijadiin wallpaper hp deh hehe

“Lalu min, apa sih yang membuat supermoon tahun ini jadi spesial?”

Kenapa ya? Dilansir dari infoastronomy.org fenomena supermoon yang terjadi hanya sekali setahun adalah yang terbesar tahun 2020. Supermoon kali ini, akan tampak lebih besar 14% dan lebih terang 30%.

Sumber : stellarium mobile

Gambar di atas merupakan hasil screenshoot-an fenomena supermoon dari aplikasi stellarium mobile. Aplikasi ini rekomen buat kalian yang masih belum punya teleskop seperti mimin :’)

Pada gambar di atas, terlihat bulan yang berada pada rasi bintang virgo dengan magnitude -12.44 dan berada pada jarak 351.094 km dari bumi. Tampak pula, halo yang mengelilingi bulan lho! Fenomena halo bulan itu sama seperti dengan halo matahari. Halo bulan terjadi karena kristal es yang berbentuk batang dan prisma berada pada awan cirrus yang ketinggiannya 5 hingga 10 km di atas lapisan troposfer. Dalam awan cirrus tersebut, terdapat jutaan kristal es kecil. Cincin pelangi yang terlihat disebabkan karena fenomena optic berupa pembiasan, ataupun refleksi dari kristal es tersebut. Hanya saja, keberadaan awan cirrus tidak selalu menjadi penyebab adanya halo ini, salah satu syarat agar terjadi halo adalah kristal es tersebut harus berada pada sudut yang sempurna sehingga bisa terlihat.

“Lalu min, ada ga sih bedanya halo matahari sama halo bulan?”

Tentu saja ada. Seperti yang kita ketahui, matahari itu bintang, dimana mereka menghasilkan cahaya sendiri, sehingga halo pada matahari akan terlihat berwarna-warni seperti pelangi sedangkan bulan hanya memantulkan cahaya dari matahari, maka halo bulan tidak berwarna-warni. Di situlah letak perbedaanya :)

“Ini yang terakhir deh min, fenomena halo ini ada dampaknya ga min?”

Hmm, ga ada sih, halo bulan dan halo matahari kan hanya fenomena optik saja, jadi tidak ada dampak aneh-aneh J 

Sekian dari mimin..
Arigatou gozaimashita. Mata neeee!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar