Hola
minnasan! Gimana kabar kalian ? Bosen yaa? Pasti bosen yaa, mimin juga kok :’)
Di
blog mimin kali ini ada yang spesial lhoo, dan tentunya bukan martabak spesial (*paan dah -_-) dijamin bakal menemani kegabutan dan
kejenuhan kalian akibat tugas-tugas yang menumpuk.
potret mimin saat mengerjakan vector integration :'v (*abaikan)
sumber : 8tracks.com
“Ada yang spesial tapi bukan martabak, terus apa dong min?”
Pastinya
kalian udah tahu dong, kalau tanggal 7 April saat senja hingga pada tanggal 8
April 2020 bakalan ada fenomena supermoon terbesar yang mencapai puncaknya pada
jam 01.08
“Wahh
supermoon? Bulannya membesar gitu min? Atau gimana?”
*Bukan
gitu maksudnya bambangg -_- .
Jadi
gini gaiss, supermoon dalam artian ini merujuk kepada fenomena perigee bulan
terhadap bumi.
“Nah
lho, apalagi itu min? Pliss deh jangan buat pusing sama istilah astronomi” :’(
Jadi
gini gaiss, dalam astronomi ada tuh yang namanya hukum keppler. Hukum keppler
ini dibuat untuk menjelaskan tentang bagaimana gerak planet dalam sistem tata
surya kita. Ada tiga hukum keppler, yang pertama membahas tentang lintasan
orbit planet yang berbentuk elips, yang kedua membahas tentang apogee dan
perigee, dan yang ketiga membahas tentang periode kuadrat suatu planet akan
sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari matahari. Fenomena
supermoon kali ini disebut juga dengan purnama perigee. Dimana, posisi bulan
sedang berada pada jarak terdekatnya dengan bumi sehingga penampakan bulan dari
bumi terlihat lebih besar dari diameter rata-ratanya.
“Emang
iya ya min? Perasaan, ukurannya sama aja ya dengan biasanya? Ga ada
perbedaan sama sekali malah..”
Heii,
itu karena kalian hanya mengamati fenomenanya sekarang saja. Bulan mengalami
siklus yang terus berulang setiap bulannya. Jika kalian terus memantau siklus
bulan purnama secara rutin, pasti akan merasakan perbedaan diameter bulan. Kalau
tidak percaya, coba saja pada bulan Mei nanti kalian coba amati, lalu jepret
dengan kamera dan bandingkan hasilnya dengan hasil jepretan saat fenomena
tersebut berlangsung.
“Tapi
ya min, kalau setiap kali memotret, bulannya selalu nge-blur min, huhu..”
*sama
mimin juga ngalamin kok :’)
Jadi
gaess, untuk melakukan kegiatan astrofotografi seperti fenomena supermoon kali
ini, agar hasilnya maksimal, tools-nya juga harus mendukung nih. Jika kalian
masih belum punya teleskop, kalian bisa menggunakan smartphone kalian. Smartphone
sekarang sudah banyak yang dilengkapi fitur-fitur tambahan pada kamera untuk
astrofotografi. Nah manfaatkan tuh, supaya hasil jepretan kalian bagus dan bisa
dijadiin wallpaper hp deh hehe
“Lalu
min, apa sih yang membuat supermoon tahun ini jadi spesial?”
Kenapa
ya? Dilansir dari infoastronomy.org
fenomena supermoon yang terjadi hanya sekali setahun adalah yang terbesar tahun
2020. Supermoon kali ini, akan tampak lebih besar 14% dan lebih terang 30%.
Sumber
: stellarium mobile
Gambar
di atas merupakan hasil screenshoot-an fenomena supermoon dari aplikasi stellarium
mobile. Aplikasi ini rekomen buat kalian yang masih belum punya teleskop
seperti mimin :’)
Pada
gambar di atas, terlihat bulan yang berada pada rasi bintang virgo dengan
magnitude -12.44 dan berada pada jarak 351.094 km dari bumi. Tampak pula, halo
yang mengelilingi bulan lho! Fenomena halo bulan itu sama seperti dengan halo
matahari. Halo bulan terjadi karena kristal es yang berbentuk batang dan prisma
berada pada awan cirrus yang ketinggiannya 5 hingga 10 km di atas lapisan
troposfer. Dalam awan cirrus tersebut, terdapat jutaan kristal es kecil. Cincin
pelangi yang terlihat disebabkan karena fenomena optic berupa pembiasan,
ataupun refleksi dari kristal es tersebut. Hanya saja, keberadaan awan cirrus
tidak selalu menjadi penyebab adanya halo ini, salah satu syarat agar terjadi
halo adalah kristal es tersebut harus berada pada sudut yang sempurna sehingga
bisa terlihat.
“Lalu
min, ada ga sih bedanya halo matahari sama halo bulan?”
Tentu
saja ada. Seperti yang kita ketahui, matahari itu bintang, dimana mereka
menghasilkan cahaya sendiri, sehingga halo pada matahari akan terlihat
berwarna-warni seperti pelangi sedangkan bulan hanya memantulkan cahaya dari
matahari, maka halo bulan tidak berwarna-warni. Di situlah letak perbedaanya :)
“Ini
yang terakhir deh min, fenomena halo ini ada dampaknya ga min?”
Hmm,
ga ada sih, halo bulan dan halo matahari kan hanya fenomena optik saja, jadi
tidak ada dampak aneh-aneh J
Sekian
dari mimin..
Arigatou
gozaimashita. Mata neeee!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar