Minggu, 01 November 2020

KEUNIKAN ATMOSFER PLANET VENUS

 Holaa minnasan! Balik lagi sama mimin. 

Kali ini mimin mau berbagi cerita seputar keunikan planet venus nih. Cekidot!


TAHUKAH KAMU?

Meskipun Merkurius merupakan planet yang paling dekat dengan bintang kita yaitu Matahari, namun kenyataannya planet terpanas yang dimiliki oleh sistem tata surya kita ialah planet Venus. Suhu permukaannya mencapai 880 derajat Fahrenheit (471 derajat Celcius) yang bahkan lebih panas dibandingkan dengan planet Merkurius!

“Wah…wah … kok bisa gitu ya??”

Usut punya usut ternyata yang membuat planet Venus dijuluki sebagai planet terpanas dalam sistem tata surya kita karena keunikan atmosfernya! Atmosfer Venus ternyata sangat tebal dibandingkan dengan planet lain, yang menyebabkan tekanan permukaan lebih dari 90 kali lipat tekanan Bumi - mirip dengan tekanan yang ada di kedalaman 3.300 kaki (1.000 meter) di lautan.

Atmosfer ini juga  mengandung karbon dioksida dengan awan asam sulfat dan sejumlah kecil air. Awan asam sulfat yang berada pada atmosfer Venus itulah yang memantulkan sebagian besar cahaya Matahari. Karena planet Venus dekat dengan Matahari, maka cahaya Matahari yang diterima oleh Venus lebih banyak dari Bumi meskipun sebagian besar cahaya dipantulkan namun masih ada yang sampai ke permukaan.

Pada siang hari, cahaya Matahari yang sampai ke permukaan planet Venus berfungsi untuk menghangatkan,  namun pada malam hari, cahaya Matahari yang harusnya dipancarkan ke luar angkasa malah terperangkap karena karbon dioksida yang terkandung dalam atmosfer. Hal ini menyebabkan banyak panas yang terperangkap sehingga membuat planet Venus menjadi sangat panas dan peristiwa yang terus berulang ini kita kenal sebagai efek rumah kaca.

Sekian dulu dari mimin, sampai jupa di topik astronomi selanjutnya!

Arigatou gozaimashita. Mata ne!

 

Sumber : https://langitselatan.com/2020/05/05/planet-venus-dewi-cinta-nan-panas-di-tata-surya/

https://www.space.com/44-venus-second-planet-from-the-sun-brightest-planet-in-solar-system.html

Kredit gambar : NASA

Selasa, 07 April 2020

Jangan Lewatkan Supermoon Terbesar Tahun 2020!




Hola minnasan! Gimana kabar kalian ? Bosen yaa? Pasti bosen yaa, mimin juga kok :’)
Di blog mimin kali ini ada yang spesial lhoo, dan tentunya bukan martabak spesial (*paan dah  -_-)  dijamin bakal menemani kegabutan dan kejenuhan kalian akibat tugas-tugas yang menumpuk.

potret mimin saat mengerjakan vector integration :'v (*abaikan)
sumber : 8tracks.com

“Ada yang spesial tapi bukan martabak, terus apa dong min?”

Pastinya kalian udah tahu dong, kalau tanggal 7 April saat senja hingga pada tanggal 8 April 2020 bakalan ada fenomena supermoon terbesar yang mencapai puncaknya pada jam 01.08

“Wahh supermoon? Bulannya membesar gitu min? Atau gimana?”
*Bukan gitu maksudnya bambangg -_- .

Jadi gini gaiss, supermoon dalam artian ini merujuk kepada fenomena perigee bulan terhadap bumi.

“Nah lho, apalagi itu min? Pliss deh jangan buat pusing sama istilah astronomi” :’(

Jadi gini gaiss, dalam astronomi ada tuh yang namanya hukum keppler. Hukum keppler ini dibuat untuk menjelaskan tentang bagaimana gerak planet dalam sistem tata surya kita. Ada tiga hukum keppler, yang pertama membahas tentang lintasan orbit planet yang berbentuk elips, yang kedua membahas tentang apogee dan perigee, dan yang ketiga membahas tentang periode kuadrat suatu planet akan sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari matahari. Fenomena supermoon kali ini disebut juga dengan purnama perigee. Dimana, posisi bulan sedang berada pada jarak terdekatnya dengan bumi sehingga penampakan bulan dari bumi terlihat lebih besar dari diameter rata-ratanya.

“Emang iya ya min? Perasaan, ukurannya sama aja ya dengan biasanya? Ga ada perbedaan sama sekali malah..”

Heii, itu karena kalian hanya mengamati fenomenanya sekarang saja. Bulan mengalami siklus yang terus berulang setiap bulannya. Jika kalian terus memantau siklus bulan purnama secara rutin, pasti akan merasakan perbedaan diameter bulan. Kalau tidak percaya, coba saja pada bulan Mei nanti kalian coba amati, lalu jepret dengan kamera dan bandingkan hasilnya dengan hasil jepretan saat fenomena tersebut berlangsung.

“Tapi ya min, kalau setiap kali memotret, bulannya selalu nge-blur min, huhu..”
 *sama mimin juga ngalamin kok :’)

Jadi gaess, untuk melakukan kegiatan astrofotografi seperti fenomena supermoon kali ini, agar hasilnya maksimal, tools-nya juga harus mendukung nih. Jika kalian masih belum punya teleskop, kalian bisa menggunakan smartphone kalian. Smartphone sekarang sudah banyak yang dilengkapi fitur-fitur tambahan pada kamera untuk astrofotografi. Nah manfaatkan tuh, supaya hasil jepretan kalian bagus dan bisa dijadiin wallpaper hp deh hehe

“Lalu min, apa sih yang membuat supermoon tahun ini jadi spesial?”

Kenapa ya? Dilansir dari infoastronomy.org fenomena supermoon yang terjadi hanya sekali setahun adalah yang terbesar tahun 2020. Supermoon kali ini, akan tampak lebih besar 14% dan lebih terang 30%.

Sumber : stellarium mobile

Gambar di atas merupakan hasil screenshoot-an fenomena supermoon dari aplikasi stellarium mobile. Aplikasi ini rekomen buat kalian yang masih belum punya teleskop seperti mimin :’)

Pada gambar di atas, terlihat bulan yang berada pada rasi bintang virgo dengan magnitude -12.44 dan berada pada jarak 351.094 km dari bumi. Tampak pula, halo yang mengelilingi bulan lho! Fenomena halo bulan itu sama seperti dengan halo matahari. Halo bulan terjadi karena kristal es yang berbentuk batang dan prisma berada pada awan cirrus yang ketinggiannya 5 hingga 10 km di atas lapisan troposfer. Dalam awan cirrus tersebut, terdapat jutaan kristal es kecil. Cincin pelangi yang terlihat disebabkan karena fenomena optic berupa pembiasan, ataupun refleksi dari kristal es tersebut. Hanya saja, keberadaan awan cirrus tidak selalu menjadi penyebab adanya halo ini, salah satu syarat agar terjadi halo adalah kristal es tersebut harus berada pada sudut yang sempurna sehingga bisa terlihat.

“Lalu min, ada ga sih bedanya halo matahari sama halo bulan?”

Tentu saja ada. Seperti yang kita ketahui, matahari itu bintang, dimana mereka menghasilkan cahaya sendiri, sehingga halo pada matahari akan terlihat berwarna-warni seperti pelangi sedangkan bulan hanya memantulkan cahaya dari matahari, maka halo bulan tidak berwarna-warni. Di situlah letak perbedaanya :)

“Ini yang terakhir deh min, fenomena halo ini ada dampaknya ga min?”

Hmm, ga ada sih, halo bulan dan halo matahari kan hanya fenomena optik saja, jadi tidak ada dampak aneh-aneh J 

Sekian dari mimin..
Arigatou gozaimashita. Mata neeee!


Senin, 06 April 2020

Review Anime Kanata no Astra dari Aspek Sains Part 2


Hola minnasan!
Kali ini gua akan bahas anime Kanata no astra part 2 nih, soalnya kalo satu part doang pasti panjang bet dan bakalan bosen soalnya materinya mayan berat J
            Refresh otak dulu yok gann dengan pict di bawah ini :v
       
Note : pict hanya pemanis
sumber : crowsworldofanime.com

Nah, di postingan yang lalu kan gua udah ngebahas soal mereka yang tersesat di alam semesta lain hingga ke terhisap ke dalam lubang yang muncul tiba-tiba dan dicurigai sebagai wormhole (emang wormhole sih, nanti dijelasin sama karakter baru menjelang episode terakhir) *yah spoilerrr

Selain ngomongin soal wormhole, ada hal yang ga boleh ketinggalan yang harus kita bahas di review kali ini, yaitu tentang pesawat luar angkasa Astra yang bisa bergerak lebih dari kecepatan cahaya gaes. Kalau yang udah nonton sih pasti nyimak saat si Zack, salah satu karakter yang paling jenius diantara kawan-kawannya mengatakan kalau mereka bisa sampai ke planet Astra karena pesawat yang mereka tumpangi bisa melesat secepat itu sehingga, sekitar waktu 3 bulan (kalau tidak salah *cmiiw) mereka bisa tiba ke planet Astra dengan syarat melewati planet-planet tetangga yang jaraknya sangattt jauhh.

Melebihi kecepatan cahaya? Emangnya bisaa? Inget ya, di anime atau film science fiction itu bisa-bisa ajaa gann :v

Kecepatan cahaya itu apa sih? Cahaya itu ternyata gerak lho gaes, dan punya nilai juga. Kecepatan cahaya atau biasa diberi lambang c punya nilai sebesar 3 x 108 m/s atau sekitar 300.000 km/jam. Gilaa cepet bet kann? Jadi maksudnya cahaya itu dapat menempuh jarak sekitar 300 juta meter dalam waktu satu detik atau 300 ribu kilometer dalam waktu satu jam. Kok bisa? Apakah ada sesuatu di alam semesta ini yang dapat bergerak lebih dari kecepatan cahaya? Ada kok, yaa pesawatnya Zack dkk wkwkkw *just kidding mamanks

Usut punya usut, ternyata ada partikel tak bermassa yang bisa bergerak lebih cepat dari cahaya, dia adalah tachyon. Tapi gaess, partikel itu sifatnya masih hipotetik dan belum bisa dibuktikan keberadaannya… huh lagi-lagi deh -_-

Untuk melaju secepat itu, apakah butuh syarat? Tentu saja. Syaratnya adalah dia tak boleh memiliki massa seperti halnya foton (partikel cahaya disebut foton). Yapss, foton itu partikel cahaya yang tidak memiliki massa sehingga bisa bergerak secepat itu. Lalu, logikanya pesawat Zack dkk kan pasti punya massa? Kenapa bisa bergerak secepat cahaya? Katanya  tadi gabisa?

Logikanya tidak bisa, kenapa? Karena pesawat Zack dkk melanggar teori relativitas khusus babeh Einstein. Buseet postingan sebelumnya dah bahas yang umum, sekarang yang khusus cuii. Sebenarnya, berapa sih teori relativitasnya babeh Einstein? Tenang aja, untuk relativitas cuma dua kok, yang khusus sama yang umum. 

Jadi di dalam teori relativitas khusus Einstein terdapat 2 postulat yang intinya adalah hukum fisika itu berlaku untuk semua kerangka acuan inersial dan kecepatan cahaya dalam ruang hampa bernilai 3 x 108 m/ adalah konstan untuk semua pengamat yang berada dalam kerangka acuan yang lembam. Akibat dari dua postulat itu ialah sebuah benda yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami  gejala relativistik yang berupa kontraksi panjang, dilatasi waktu, relativitas massa dan kecepatan serta relativitas massa dan energi. Sedangkan dalam kasus ini, pesawat antariksa Zack dkk bergerak dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Wahh, apa dampaknya nih min?? Mari kita tinjau dengan salah satu aspek dari keempat aspek tersebut, yaitu relativitas massa dan energi.
                         
Jika sebuah benda bermassa bergerak melebihi kecepatan cahaya, massa pesawat Zack akan mencapai tak terhingga dan kemudian pesawat antariksa beserta isinya akan hancur dalam waktu yang sangat singkat, wushhh!
Gimana? Serem kan ya? Oleh karena itu, hingga sampai sekarang ini, para ilmuan masih memikirkan bagaimana membuat teknologi yang bisa bergerak medekati kecepatan cahaya, namun apa daya konsekuensi gejala relativistik tidak dapat kita hindari.
Jadi gaess, begitulah review kita kali ini. Kesimpulannya, jika pesawat Zack dkk bergerak dengan kecepatan melebihi c, maka mereka akan hancur dan tidak dapat kembali ke planet Astra :’( tapi author berkata lain gaiss :)  mereka tetap selamat dan melakukan perjalanan untuk kembali ke planet Astra asyiquee :v
Nah jadi itulah part 2 anime Kanata no astra dari aspek fisikanya. Kritik dan sarannya douzo di kolom komen :)
Arigatou gozaimashita, mata neee!!


Kamis, 02 April 2020

Review Anime Astra Lost In Space dari Aspek Sains Part 1




Hola minnasan!!
Kali ini gua mau bahas salah satu anime summer 2019 yang underrated tapi kualitas ceritanya menurut gua ga kalah dari anime overrated. Udah lama nihh, kok baru dibahas? *gomen :’)
Yapss! Apalagi kalo bukan Astra lost in space atau Kanata no Astra.
Bagi lu yang suka sains dan gamau yang monoton, anime ini cocok buat dijadiin list tontonan buat mengisi kegabutan kalian hohoho

sumber : achmusic.net
Anime : Kanata no Astra

Yop lanjutt! Jadi anime ini itu bercerita dengan latar belakang tahun 2063 di mana perjalanan antar planet itu bukan suatu hal yang mustahil lagi dilakukan. Yepp, maksudnya di sini itu, manusia di tahun segitu udah buat kendaraan luar angkasa yang memudahkan kita mengunjungi planet satu dengan yang lainnya. Sebenarnya sih, perjalanan antar planet itu udah dilakukan di masa sekarang, cuma kapasitasnya terbatas, hanya untuk orang-orang yang sudah diberikan pelatihan menjalankan misi ke luar angkasa. Hal yang menarik di anime ini , mereka bukan sekedar menjalankan misi luar angkasa, tetapi perjalanan mereka ke luar angkasa itu merupakan kegiatan semacam study tur kalo dibandingin dengan kondisi sekarang. Nah bayangin aje, kalo study tur elu pada ke planet mars wkwkw. Pasti seru tuh, tapi tetep aja untuk teknologi sekarang hal itu masih belum bisa diaplikasikan. Terus kalo lu ditanyain ama kawan sekolah lu be like “eh elu study tur ke mane?” terus elu jawab “ke planet mars lahh!” wkwkw kocak kan, dengan bangganya elu jawab begitu hehe
Lanjut!
Selain itu, yang menjadi focus utama dalam review gua tentang anime itu adalah, gua ingin meninjau anime itu dari aspek fisikanya. Wutt? Fisika? *Dahlah nyerah gua :’) berhubung gua mahasiswa jurusan fisika *ekhem  jadi gua akan membahas topic menarik yang menjadi pusat perhatian gua sebagai anak fisika di blog ini.
Kalian tahu wormhole?? Hah lubang cacing? Ya tau laa! Kok topiknya gaje sih :’v
Ini bukan wormhole biasa gaisss J
Kalau kalian udah nonton anime ini, kalian pasti inget kan, kalau pesawat luar angkasa yang mengantar mereka menuju planet tiba-tiba rusak, dan delapan siswa-siswi tersebut terhisap ke dalam lubang yang dapat menghisap apapun , tiba-tiba muncul pada saat mereka tiba di planet tujuan, dan terlempar ke ruang antar galaksi lain yang sangat asing bagi mereka, dan saat terlempar itulah mereka menemukan pesawat baru yang layak untuk ditinggali dan hancurlah kegiatan study tur mereka. Akhirnya, study tur yang menggembirakan tersebut berubah total dan menjadi strategi  bertahan hidup agar mereka bisa kembali ke planet asal
Note : nama pesawatnya astra terinspirasi dari nama planet yang mereka tinggali yaitu planet astra makanya judulnya astra wkwk
Untuk kasus  tsb, lubang itu adalah lubang cacing (wormhole). Konsep tersebut mengatakan bahwa jikalau lubang cacing (masih teoretik sih) itu ada, maka perjalanan dari satu galaksi ke galaksi lain (intergalaktik) itu memungkinkan. Kayak di bawah nih gambarnya

sumber : sains.kompas.com
Ilustrasi wormhole

Sayangnya ya, masih teoretik. Lubang cacing itu sendiri ga ada hubungannya dengan lubang dan cacing, hanya sebuah analogi yang menggambarkan bagaimana teori relativitas umum memberi harapan bagi kita agar bisa melakukan perjalanan ke alam semesta lain melalui terowongan ruang waktu yang disebut lubang cacing .Untuk memudahkan, ibaratnya seekor ulat yang melubangi sebuah apel dan masuk ke dalam lubang tsb sehingga tembus di sisi apel yang lain. Lah kan ulat? Kenapa ga lubang ulat? Yaa, kata ilmuan saat itu sih untuk analogi saja lagipula cacing sama ulat sama saja :) sama-sama worm. Wormyyyyy!
Lanjutt! Dalam perjalanan menuju alam semesta lain, di dalam anime itu hanya membutuhkan waktu beberapa detik hingga akhirnya mereka tiba dengan menggunakan wormhole tadi. Namun, kenyataannya, kita bisa saja melakukan perjalanan ke luar angkasa lain gaiss, akan tetapi sekalipun kita pergi dengan menggunakan teknologi tercepat buatan manusia sekarang ini, tetap saja membutuhkan waktu sekitar ribuan tahun cahaya untuk sampai. Belum lagi kalo abis bahan bakar, emang di luar angkasa ada pertam*ni ape wkwk (*canda oii*)
Tapi ya, karena latar belakang anime ini  tahun 2063, bukan hal yang mustahil lho kalau lubang cacing itu bisa dibuat, karena sekarang saja sains sudah berkembang pesat, dan kita patut mengapresiasi astronom-astronom di dunia yang berhasil mengambil citra lubang hitam pada jantung galaksi M87 lho, keren kann! Standing aplause buat mereka gaisss!
Cuma gaisss…. Eitss ada cuma nya nihh…
Ternyata eh ternyata, lubang cacing itu ga stabil gaisss. Nah lho, maksudnya ape tuh?
Jadi jika seandainya lubang cacing  muncul, seperti di anime itu, maka dalam waktu yang singkat dia akan menutup kembali dan berubah jadi lubang hitam. Sekalipun kita berhasil masuk, kita cuma sampai di mulutnya doang gaiss, dan akhirnya terhisap dan lenyap ke dalam singularitas lubang hitam. Untuk membuat lubang cacing itu sendiri, kita harus “merobek” ruang dan menyambungnya kembali gann, dikira segampang ngerobek kertas apee. Tapi kenyataannya, ruang itu gabisa dirobek, ruang hanya bisa melengkung, memuntir, dan juga bergelombang. Jadi teori si babeh Einstein mengizinkan si lubang cacing ada, tapi untuk membuat lubang cacing itu sendiri gabisa gaes.
*waduh kok makin ruwet yakk? Otak gua dah pusing, banyak bet istilah fisikanyee :’(
Skip lah yaa, kalo dilanjutin tentang lubang cacing, lubang hitam sama singularitas ga bakalan kelar nih review. Bukannya jadi review animu malah jadi kuliah fisika wkwkw
Jadi, intinya kedelapan siswa tersebut bakalan lenyap dilahap sama lubang hitam dan akhirnya mereka gabakalan sampai ke alam semesta lain gan, itu udah konsekuensi teori relativitas umumnya babeh Einstein, serta lubang cacing itu sendiri gabisa dibuat gann. Tapi yaa, author Kenta-sensei berkata lain, mereka tetap bisa sampai ke alam semesta lain yeayy! *paan dah -_-
Nah jadi itulah part 1 anime Kanata no astra dari aspek fisikanya, see you di part 2 gaissss
Arigatou gozaimashita, mata neee!!


Jumat, 24 Juni 2016

JC FLASHMOB

 

 

Btw ini foto wkt event jimat UNJ bareng anak JC dan ga ada hubungannya ama blog ini wkwk , tebak gua yg mana hayoo..

Hola! 

Gua balik nulis lagi , kali ini seputar ekskul yg gua ikutin yaitu Japanese Club (JC)

   Yaps! JC adalah ekskul pertama yg gua datengin pas lagi demos di sekolah gua. Sebenarnya sih, untuk kesan pertama secara umum, ekskul ini kurang menarik, soalnya pas penampilan di demos cenderung acak2an, tapi entah kenapa menurut gua eksul ini eye-catching banget, apa mungkin gara2 mereka pake kostum macem-macem kali ya, kesannya unik gtu lho. Nah pas udh kelar acara tuh, ada pendaftaran anggota. Gua dan 2 sohib gua yaitu Thalia ama Kartika langsung otw ke stand JC ambil formulir, dan setelah kita isi formulir, kita ikutin senpai-senpai yang lain yang lagi teriak-teriak buat narik anggota. Yang kocaknya tuh, Eki-senpai, dia pegang semacam papan kayu gtu, terus tulisannya "Masuk JC, Free Hent*i". Sumpah ngeliat tulisannya, salah fokus dong wkwk, sambil keliling-keliling tuh bawa gtuan, emang dah bener kata Kak Triny, klo masuk JC pasti urat malunya bakal putus dan itu beneran terjadi pada diri gua wkwk. Dan akhirnya, eki-senpai ketauan ama pak Hambali (guru PAI) ama sensei dongg, tapi tetep aja, pas ngumpul2 anggota baru sepulang demos, ada pembagian "link" gratis by eki-senpai wkwk

    Singkat cerita, jadi hubungannya ama urat malu yang putus itu wkwk, ada kegiatan pensi di sekolah gua, dan JC kebagian buat tampil. Nah untuk mempersiapkan pensi nanti, rencananya JC bakal nampilin dance cover Kak Triny, Eki-senpai, Kak Fahri ama Kak Farhan, mereka nge-coverin dance lagu "Bad end Night"-Hatsune Miku, dan kita para anggotanya dpt job buat flashmob "Cirno Perfect Math Class" by Touhou. Oh iya untuk angkatan gua yg ikut flashmobnya itu ada gua, thalia, gab gab (alias gabriel), tyo, ditambah angkatan ka aji dan ka fahri, gua lupa siapa2 aja orgnya. Nah, kita latihan tuh di wifi corner dekem deket rumah kak fahri. Sumpah dah, kan itu tempat terbuka ya, nah kita latihan tuh di situ, diliatin org2 dong wkwk. Kata para senpai, anggap aja ujian awal buat mutusin urat malu, astagaa wkwkw. Gua yg dikenal diem2 di kls, ikut2 begtuan dong, trs pas GR nih, ketahuan ama temen gua yg diem2 ngerekam gua joget2 lg latihan buat pensi nanti dong, trs di share ke grup line kelasssss woyyyyy -_- malu bangettt sumpahhhh

    Dan untuk pertama kalinya gua ngerasain cosplay :D. Oh iya gua cosplay lolita, kostum gua dibawain ama ka icha, dan itu beneran ga nyaman woyy, trs dipakein make-up, aduhh gaenak banget lahh plisss :(

Akhirnya, penampilan dance cover dan flashmob nya berjalan lancar dan ditutup dengan sesi foto bersamaa, yeyyy!

Sekian, arigatou gozaimashita!


Kamis, 24 September 2015

RUMAH RIO ADALAH BASECAMP

 


Yooo, akhirnya gua nulis lagi. Kali ini gua mau nyeritain sedikit pengalaman gua yg udah punya teman maen wkwk

Jadi, dengan segala usaha, doa dan ambisi, akhirnya Grace punya teman di sekolah baru yeayyy!*Apasih gajelas wkwk

Ya begitulah, gua emng orangnya bener-bener tertutup, dan ga terlalu suka interaksi sosial ama orang lain, dan gua gamau ngoming banyak klo ga penting2 amat. Parah banget gua yaa :"( Tapi mau gimana lagi, udh sifat bawaan dari lahir wehh.. 

Oh iya, jadi waktu itu (gua lupa hari apa yg jelas masih baru2 sih), guru penjaskes gua ngasih tugas buat bikin video senam, nah gua sekelompok tuh ama temen gua namanya Rio dan Silvia, sisanya gatau wkwk. Jadi kita sekelompok memutuskan untuk pergi ke rumah Rio karena emng paling deket wkwk. Oh iya, temen sekelas gua Rahul, selama bertahun-tahun tinggal di kompleks  dekem baru sadar klo tetangganya (si Rio) itu temen sekelasnya juga wkwk, parah banget ga dianggap :v dan mereka akhir2 ini sering main bareng, napa si rahul ga sadar2 yaa wkwk dahal deket lho.. busett wkwk

Ya intinya rumah Rio basecamp lahh, gatau lagi apaan 

Gajls bgt gua astagaaa -_-


Minggu, 20 September 2015

 Holaaa Blog :D


Holaaa! 

Kenalin nama gua Sirius! (bukan nama sebenarnya hehe). Bercanda deh, nama gua Grace. Masih kelas 1 SMA, umur gua 14 tahun. Gua sekolah di salah satu SMA negeri yang letaknya di pinggir jalan raya nan berdebu,ya apalagi klo bukan SMA 73. Sekolah gua bukan sekolah negeri bagus, standar aja dah, cuma prestasinya cukup lumayan menurut gua dan kebanyakan di bidang non-akademik.  Oh iya gua nge-blog gini juga cuma ngisi waktu luang aja, dan itung-itung jadiin diary juga hehe. 

Oh iya, gua mau curhat dikit. Ada sedikit penyesalan gua milih lanjut di sekolah ini, padahal tuh gua pengennya masuk SMAN 52, cuma nape ya gua ga daftar jalur lokal aje gtu?! Aduh, lagi2 gua males daftar ulang jalur lokal, jadi pasrah aja dah masuk sekolah ini. Dah malah gua msh blm punya temen lagi:"( keknya hampa banget dah...tapi bersyukurnya sih gua bisa masuk ekskul Japanese Club wkwk

Masih baru beberapa bulan bersekolah di negeri, masih adaptasi sih.. soalnya gua dulu tuh anak swasta yang semuanya "disuapin". Eh pas gua sehari sekolah di negeri kaget bener dah, kok beda banget gtu. Agak syok sih, apalagi sistem belajarnya beda banget, dahlah pen balek smp aje klo gini wkwk

Dah segini dulu, hehe..